PUISI KARYA AJIB ROSIDI

Panorama Tanah Air Di bawah langit yang sama manusia macam dua : Yang diperah dan setiap saat mesti rela mengurbankan nyawa, bagai kerbau yang kalau sudah tak bisa dipekerjakan, dihalau ke pembantaian, tak boleh kendati menguak atau cemeti’kan mendera; dibedakan dari para dewa malaikat pencabut nyawa, yang bertuhan pada kemewahan dan nafsu yang bagai lautan : Tak tentu dalam dan luasnya menderu dan bergelombang sepanjang masa Di atas bumi yang sama Manusia macam dua : Yang menyediakan tenaga tak mengenal malam dan siang, mendaki gunung, menuruni jurang tak boleh mengenal sakit dan lelah bagai rerongkong-rerongkong bernyawa selalu digiring kalau bukan di kubur tak diperkenankan sejenak pun berbaring dipisahkan dari manusia-manusia pilihan yang mengangkat diri-sendiri dan menobatkan ipar, mertua, saudara, menantu dan sahabat menjadi orang-orang terhormat dan keramat yang ludah serta keringatnya memberi berkat Di atas bumi yang kaya manusia mendambakan hidup sejahtera Di atas bumi yang diberkahi Tuhan Manusia memimpikan keadilan.. By ajib rosidi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: